
Sebagai milenial yang sudah berkeluarga, aku bisa saja termasuk yang privileged soal hobi video game. 3 tahun belakangan ini aku menamatkan sekitar 10 game per tahunnya di berbagai platform pilihanku. Aku sadar ini bukanlah hal yang luar biasa. Tapi di sisi lain, aku juga melihat di sekitarku punya keresahan: “aku mau main video game, mulai dari mana ya?”
Maraknya mobile gaming sekitar 7-8 tahun belakangan menjadikan industri video game menjadi lebih oversaturated. Dengan dominasi di atas 90% sebagai platform/perangkat gaming pilihan di Indonesia (berdasarkan survei OMG APAC), video game tidak lagi menjadi sesuatu yang niche di berbagai lapisan masyarakat. Dalam tulisan ini, aku akan coba explore opsi bermain game yang mungkin bisa lebih seru dan beragam. Semoga ini bisa menjawab pertanyaan di atas, dan menumbuhkan excitement seperti waktu kita main Super Mario Bros atau GTA San Andreas untuk pertama kalinya.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, aku punya 3 poin utama yang aku harap akan cukup membantu :
- Pilih game yang ingin dimainkan
- Mau main sendiri atau dengan orang lain
- Budget yang rela dikeluarkan
Oke, kita masuk ke poin pertama. Biasanya ini pertanyaan pertama yang akan ku tanya kembali: “Kamu sendiri mau main game apa sih?”. Menurutku dengan menjawab hal ini, akan sangat bisa mempersempit pilihan kamu. Contohnya, kamu mau main game Super Mario Bros terbaru. pilihannya bisa langsung ke Nintendo Switch 2 yang saat ini merupakan Nintendo System yang paling anyar. Contoh lain, kamu mau main GTA VI waktu nanti rilis pertama kali. Pilihannya bisa ke Playstation 5 atau Xbox Series family. Karena sampai saat tulisan ini dirilis, GTA VI hanya akan dirilis di platform tersebut. Jadi, cobalah menjawab dulu poin pertama ini ya!
Berikutnya, tentukan juga apakah nantinya kamu akan lebih sering main game sendiri atau bareng orang lain? Kalau main sendiri, menurutku pilihannya bisa beragam dan kamu bisa fokus ke poin lainnya. Sebaliknya kalau akan lebih banyak main bareng orang lain, pilihannya bisa lebih disesuaikan. Katakanlah kamu memilih untuk main bareng keluarga, Nintendo Switch adalah pilihan yang cocok. Selain pilihan game eksklusifnya yang ramah keluarga, out of the box sistemnya sudah siap untuk dimainkan 2 orang.
Akan sedikit berbeda pendekatannya kalau kamu akan main bareng teman, khususnya secara online. Kalau begini, menurutku yang paling penting adalah untuk ikut menggunakan platform/system pilihan teman kamu. Walaupun belakangan ini fitur cross play/cross platform sudah semakin menjadi standar game multiplayer, beberapa game populer belum menyediakan fitur ini.
Poin terakhir tapi bisa saja yang paling penting, tentukan budget yang rela dikeluarkan untuk bermain game. Seperti hobi atau bentuk entertainment lainnya, tidak ada angka absolut yang bisa ditetapkan. Saat ini jika mau memainkan rilisan terbaru, minimal sediakan budget yang cukup untuk Nintendo Switch 1 atau Playstation 4. Walaupun tidak ideal, masih ada beberapa game mendatang yang rilis untuk kedua system tersebut. Kamu bisa juga memulai untuk menyicil merakit PC kalau merasa ini lebih cocok. Namun selain belakangan ini beberapa harga komponennya mulai meroket, bisa dibilang merakit PC ini juga merupakan hobi tersendiri. Jadi bersiaplah untuk mempelajari dan mencari tahu lebih banyak hal.
Sebagai bonus, beberapa tahun belakangan ini handheld gaming kembali populer. form factor juga bisa menjadi poin tambahan untuk membantu kamu menentukan pilihan. Kamu akan lebih banyak bermain game di luar rumah? Nintendo Switch atau handheld PC (seperti Steam Deck atau Asus ROG Ally) lebih cocok untuk menjadi pilihan utama. Perlu diingat, keduanya juga bisa dimainkan di setup meja kerja atau ruang tamu/kamar.
Aku harap tulisan pertamaku untuk situs ini bisa bermanfaat bagi kalian yang mungkin dulu sangat gemar bermain video game, dan kini ingin menemukan kembali kesenangan itu. Aku sadar, bermain game bukanlah prioritas dalam kehidupan dewasa. Tapi aku juga percaya, punya dan merawat hobi adalah salah satu hal yang membuat kita hidup.