Final Fantasy Terbaik Yang Pernah Ada?

Final Fantasy adalah salah satu franchise game yang aku gemari. Walau begitu, aku mengakui bahwa selain aku belum memainkan semua main entry-nya, aku juga belum pernah memainkan Final Fantasy Tactics. Yang kudengar, reputasi game ini luar biasa dan memang menjadi salah satu fan favorite.

Ketika kudengar pengumuman soal Final Fantasy Tactics: Ivalice Chronicles Juni, aku langsung berpikir “inilah saatnya”. Setelah rolled credits di sekitar 50 jam, aku mengerti dan cukup setuju dengan reputasinya sebagai salah satu Final Fantasy terbaik yang pernah ada.

Final Fantasy Tactics awalnya dirilis di tahun 1997. Ya betul, di tahun yang sama dengan Final Fantasy VII yang arguably merupakan salah satu JRPG yang paling berpengaruh. Walaupun di bawah bayang-bayang Final Fantasy VII, FF Tactics berhasil meraup penggemarnya sendiri dan menjadi sebuah game yang breakthrough pada masanya. Walaupun, misalnya aku main FF Tactics pada waktu awal rilis, aku yakin tidak bisa appreciate game ini seperti sekarang.

Sebagai sebuah game remaster, FF Tactics Ivalice Chronicles berhasil membuat FF Tactics menjadi lebih streamline dan kohesif. Dengan segala quality of life dan user interface updatefull voice acting yang luar biasa bagus, juga ensiklopedia interaktif yang membantu kita untuk tetap engaged dengan cerita/lore dan apa yang sedang terjadi. Fitur semacam ensiklopedia ini penting karena salah satu daya tarik utama FF Tactics adalah world building/lore dan penulisan ceritanya yang kaya, tapi juga kompleks.

Final Fantasy seringkali menjadi game yang political, FF Tactics adalah the ultimate political final fantasy game. Konflik yang sulit dibedakan mana yang benar dan salah, juga twist and turn yang bertubi tubi menjadi daya tarik FF Tactics. Tapi in a classic final fantasy way, konflik yang awalnya terasa grounded tentu saja nantinya berubah menjadi konflik supernatural. Apalah Final Fantasy kalau kita tidak melawan tuhan/dewa?

Sayangnya, FF Tactics Ivalice Chronicles kesulitan untuk menjadi sebuah game RPG/turn based tactic yang ramah untuk pemain baru. Memang, game dengan genre ini seringkali dikenal unforgiving terutama untuk urusan permadeath. Tapi karena keterbatasannya yang “hanya” sebagai sebuah remaster, gameplay dan progression system FF Tactics Ivalice Chronicles masih sulit untuk dipahami. Pemain serasa dituntut untuk mencari tips/tutorial yang beredar di luar untuk lebih memahami sistemnya. Selain itu, difficulty spike yang drastis di beberapa tempat juga membuat FF Tactics Ivalice Chronicles masih sangat grindy. Menariknya, jika kamu memang menggemari grinding, potensi untuk breaking the game-nya terbuka lebar.

FF Tactics Ivalice Chronicles adalah game pertama yang aku tamatkan di tahun 2026. Aku pribadi memang mencoba untuk selalu menyisipkan satu game Final Fantasy di tengah list game yang sedang dimainkan. Aku cukup merekomendasikan FF Tactics Ivalice Chronicles, terutama untuk dimainkan di portable device. Selebihnya, FF Tactics tidak perlu lagi mendapatkan validasi dari siapapun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top