Vanquish: Action Game Masterclass

Vanquish sudah nangkring di backlog-ku selama lebih dari 5 tahun. Aku beli sebagai bagian dari bundle bareng Bayonetta, dua game yang jadi awal perjalanan PlatinumGames yang terkenal dengan action game top notch-nya. Setelah akhirnya aku tamatkan (seluruhnya di Steam Deck), jawabannya jelas: action game masterclass, meski dengan beberapa catatan.

Perjalanan gaming-ku di 2026 ini cukup unik. Aku lebih banyak main game single player dan lebih sering di portable system. Kalau tahun 2025 aku berhasil menamatkan 7 game, tahun ini aku akan cukup puas kalau bisa menyaingi angka itu, apalagi aku juga lebih banyak mencoba game baru meski tak sedikit yang ku tinggalkan sebelum genap 1 jam. Nah, sebagai game kedua yang aku tamatkan tahun ini, mari kita bahas Vanquish.

Dirilis tahun 2010, Vanquish adalah definisi game era PS3/Xbox 360: gaya visual khas dengan cutscene bombastis yang sekarang mulai terlihat usianya. Tapi dimainkan di Steam Deck, game ini justru menemukan rumah barunya: pick up & play tanpa kompromi performa.

Gameplay adalah keunggulan utama Vanquish. Third person cover shooter memang genre populer di masanya, tapi mekanik sliding boost dan bullet time bikin pacing-nya cepat dan menuntut kita terus bergerak. Moment-to-moment action-nya snappy, dan boss battle-nya patut diacungi jempol, desainnya beragam dan menantang, memaksa kita untuk gonta-ganti strategi tiap encounter.

Secara struktur, format mission based lewat set piece ke set piece sudah pas. Pilihan senjatanya variatif dan unik, walau upgrading path-nya kurang jelas dan bikin frustrasi ketimbang menyenangkan.

Sayangnya, art direction dan karakter Vanquish terasa generic dan uninspired. desain karakter minim kepribadian, dunia game-nya juga tidak punya identitas kuat yang nempel di ingatan. Hal ini juga tidak dibantu writing atau plot yang menarik, dan konklusinya pun tidak memuaskan. Terlalu banyak build up untuk sekuel yang akhirnya tak pernah datang.

Meski begitu, aku tetap merekomendasikan Vanquish, apalagi harga diskon terendahnya bisa cuma 35 ribu rupiah. Durasinya juga pas, sekitar 12 jam untuk tamat. Kalau kalian tertarik, lupakan saja soal cerita dan karakternya, dan bersenang-senanglah sliding sambil menembak kesana-kemari.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top